:::: MENU ::::

Merubah Letak Directory Root di XAMPP

Saat kita membuat suatu web dan ingin meng-uploadnya, maka file file tersebut harus diletakkan di directory root.  Jadi setiap kita mengakses alamat kita, maka direktori yang akan dibaca pertama kali adalah folder yang menjadi directory root.  Untuk server lokal (localhost) sendiri letak directory root secara default berada di dalam <direktori xampp>/htdocs/ .  Jadi semua halaman web yang akan ditampilkan melalui server harus berada didalam directory root.

Tapi untuk beberapa alasan, kita bisa merubah letak folder directory root ke tempat lain.  Semisal kita akan pindah letak directory root menjadi ke drive G dengan folder ‘ web ‘, maka ini yang harus dilakukan.

Letak default Document root

Secara default letak document root adalah di folder htdocs

Silakan teman teman menuju file http.conf.  Letaknya berada di <xampp folder> / apache / conf .  Silakan buka file httpd.conf menggunakan teks editor kesayangan kalian.  Disini saya menggunakan notepad ++ karena saya suka yang ++ hahaha.. 🙂 .  Kalau mungkin teman teman belum punya dan ingin mencobanya, bisa download di sini .  Tenang saja, GRATIS :p  .  Saya suka pakai karena aplikasinya yang ringan, simpel, serta mengenali banyak bahasa pemrograman.  Dan juga ada nomor baris nya, sehingga memudahkan kita kalau lagi debugging.

Letak file httpd.conf

Letak file httpd.conf

Teks Editor menggunakan notepad ++

Teks Editor menggunakan notepad ++

Kembali ke leptop.  Setelah ketemu file nya, silakan backup terlebih dahulu sehingga jika nantinya ada kesalahan konfigurasi dapat dikembalikan seperti kondisi awal (default). Nah setelah dibuka menggunakan teks editor, silakan teman teman cari baris konfigurasi seperti berikut :

#
# DocumentRoot: The directory out of which you will serve your
# documents. By default, all requests are taken from this directory, but
# symbolic links and aliases may be used to point to other locations.
#
DocumentRoot "C:/xampp/htdocs"

#

Perhatikan yang di highlight.  Itu adalah alamat default dari document root saat pertama kali xampp di install.  Nah silakan ganti ke alamat yang teman teman tuju.  Sebagai contoh saya akan pindah ke G:/web/.  SAYA SARANKAN UNTUK JANGAN MENGHAPUS.  Tapi cukup di matikan saja perintahnya menggunakan tanda Pagar (indonesia), tanda kres (musik) atau tanda sharp (programer) di depan alamat baru.  (Tanda yang saya maksud adalah #   Hehe ).  Sehingga hasilnya seperti ini :

#
# DocumentRoot: The directory out of which you will serve your
# documents. By default, all requests are taken from this directory, but
# symbolic links and aliases may be used to point to other locations.
#
# DocumentRoot "C:/xampp/htdocs"
DocumentRoot "G:/web"
#

Kenapa hanya dimatikan tidak dihapus saja? ya biar aman saja, kalau misal kita salah mengkonfigurasi, maka kita tinggal mengaktifkan perintah defaultnya.  🙂

Selanjutnya, silakan teman teman cari lagi baris perintah seperti berikut :

#
# This should be changed to whatever you set DocumentRoot to.
#
<Directory "C:/xampp/htdocs">
    #

Seperti yang atas, sesuaikan alamat tersebut dengan alamat yang ingin teman teman tuju.  INGAT, alamat ini harus sama dengan alamat yang teman teman isi di Document root sebelumnya.  Lakukan hal yang sama seperti saat merubah document root, yaitu cukup dengan mematikan baris perintah dan menggantinya dengan perintah yang baru.

#
# This should be changed to whatever you set DocumentRoot to.
#
# <Directory "C:/xampp/htdocs">
<Directory "G:/web">
    #

Setelah selesai , silakan simpan kembali file tersebut, lalu jalankan service apache di xampp control panel.  Atau untuk teman teman yang sudah menjalankan server apache, maka harus direstart terlebih dahulu dengan cara stop lalu start lagi.  Setelah itu, silakan akses localhost di browser.  Harusnya sih, jadi 😀

Hasil setelah letak document root dipindah ke drive G dalam folder web

Hasil setelah letak document root dipindah ke drive G dalam folder web

Sip yak 😀 tapi perlu di ingat, semua resiko ditanggung sendiri sendiri ya.  Kalau ada pertanyaan bisa komen dibawah 🙂

maturnuwun


3 Comments

So, what do you think ?