:::: MENU ::::

Variabel dan Tipe data di C++

Hampir atau bahkan semua bahasa pemrograman pasti tidak akan lepas dengan apa yang namanya Variabel.  Sebenarnya apa sih variabel itu? terus fungsinya buat apa sih? lalu…. bagaimana dengan tipe data? makanan macam mana pula itu?

Variabel adalah tempat yang dialokasikan di memori untuk menampung data dan diberikan nama untuk memanggil isinya (bener ga ya? mohon dikoreksi kalo salah, cuma mengingat waktu kuliah hihi).  Jadi ibaratkan dunia  nyata, variabel itu seperti gelas kosong.  Mau di isi sirup apa teh apa kopi, itu tergantung kita nantinya.  Yang jelas kita udah menyiapkan gelasnya dulu.  Atau , masih ingat tentang pelajaran matematika? masih ingat rumus ini :

 luas = sisi * sisi 

darimana kita bisa dapatkan luas? kita bisa dapatkan nilai luas jika nilai dari sisi sudah ditentukan. Dari analogi diatas, bisa dibilang bahwa kita memesan variabel bernama sisi dan luas.  Dan isi dari sisi bisa kita tentukan selanjutnya.  Daripada bingung, langsung kita praktekkan saja di C++.  Siapkan dulu ya Borland nyah 😀

Sebelum variabel digunakan, pada bahasa C++ kita harus mengenalkannya terlebih dahulu kepada kompiler variabel apa yang akan digunakan.  Berikut cara mengenalkan / mendeklarasikan variabel di C++

int sisi;

Ingat, setiap memberikan 1 perintah di C++, kita harus mengakhirinya dengan titik koma (;) .  Terus, apa itu kok ada int didepannya?  int adalah salah satu tipe data yang ada di C++.  Kenapa harus ada int ? ya, karena komputer harus tau data apa yang akan disimpan di memori.   Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat di tabel berikut :

Name Description Size* Range*
char Character or small integer. 1byte signed: -128 to 127
unsigned: 0 to 255
short int (short) Short Integer. 2bytes signed: -32768 to 32767
unsigned: 0 to 65535
int Integer. 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
long int (long) Long integer. 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
bool Boolean value. It can take one of two values: true or false. 1byte true or false
float Floating point number. 4bytes +/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
double Double precision floating point number. 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
long double Long double precision floating point number. 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
wchar_t Wide character. 2 or 4 bytes 1 wide character

Tabel tersebut dikutip dari cplusplus.com

nah, jika kita mau memberi nilai pada variabel kita adalah angka bulat, maka tipe yang pas adalah int, atau jika kita ingin memasukkan nilai berupa huruf / karakter, maka kita pilih tipe data char.

ohya, penamaan variabel adalah bebas terserah kita mau memberi nama apa.  Yang jelas nama variabel harus diawali dengan karakter, tidak boleh menggunakan spasi, dan bersifat case sensitive, yang artinya besar kecil tulisan itu dibedakan.  Misal kita ingin membuat variabel untuk menampung nilai luas bangunan, maka nama yang diperbolehkan adalah luas atau LUAS atau lua5 dan sebagainya.  Tetapi kita tidak boleh memberi nama luas bangunan karena mengandung spasi.  Atau jika memang ingin menggunakan lebih dari satu kata, maka dapat disambung dengan _ (underscore), misal luas_bangunan.

Satu lagi, nama variabel di c++ tidak boleh menggunakan kata kata yang ada di bahasa C++ (reserved word), dikutip dari cplusplus.com berikut adalah daftar kata tersebut :

asm, auto, bool, break, case, catch, char, class, const, const_cast, continue, default, delete, do, double, dynamic_cast, else, enum, explicit, export, extern, false, float, for, friend, goto, if, inline, int, long, mutable, namespace, new, operator, private, protected, public, register, reinterpret_cast, return, short, signed, sizeof, static, static_cast, struct, switch, template, this, throw, true, try, typedef, typeid, typename, union, unsigned, using, virtual, void, volatile, wchar_t, while

dan ditambah beberapa lagi untuk beberapa kompiler ada yang menggunakan :

and, and_eq, bitand, bitor, compl, not, not_eq, or, or_eq, xor, xor_eq

Balik lagi ke Borland, setelah kita mendeklarasikan suatu variabel, maka kita bisa langsung menggunakannya.  Kita bisa mengisi nilai variabel tersebut menggunakan tanda sama dengan ( = ).

 int sisi;
sisi = 5;

Ingat ya, setiap kita memberikan 1 perintah, harus di akhiri dengantitik – koma(;) .  Dari baris program diatas dapat kita ketahui bahwa nilai dari variabel sisi adalah 5.  Skrip lengkapnya sebagai berikut :

//deklarasi header file
#include <iostream>
#include <conio>

void main(){
int sisi; // deklarasi varibel sisi yang bertipe integer (int)
sisi = 5; // variabel sisi di isi dengan nilai 5

cout<<sisi; //menampilkan isi dari variabel sisi
getch();
}

silakan di kompile lalu di running, apa hasilnya? yaps, angka 5.  🙂

Nah, kita juga bisa langsung memberikan nilai pada variabel saat variabel itu dikenalkan / di deklarasi.  Cara penulisannya adalah sebagai berikut :

int sisi = 5;

Langsung dicoba ajah 😀

//deklarasi header file
#include <iostream>
#include <conio>

void main(){
int sisi = 5; // deklarasi varibel sisi yang bertipe integer (int) dan langsung memberikan nilai 5

cout<<sisi; //menampilkan isi dari variabel sisi
getch();
}

Ternyata sama kan ya hasilnya? 😀

oke sampai disini dulu tentang variabel dan tipe data.  Kalau ada yang kurang, silakan komen dibawah, dan mari kita berbagi ilmu 🙂

sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya 🙂


So, what do you think ?